add url

REVIEW Chelsea Di Musim 2012/13

Chelsea mengawali musim 2012/13 dengan kepercayaan diri tinggi usai mampu menjadi juara Liga Champions di tahun sebelumnya bersama pelatih Roberto Di Matteo.

Dan hal tersebut dapat ditunjukkan di awal musim, dengan rekrutan baru Oscar dan Eden Hazard yang langsung bermain impresif, The Blues tampil tidak terkalahkan dalam delapan pertandingan pertama dan hanya mencatat satu hasil imbang, lainnya berakhir dengan kemenangan.


Namun, masalah dimulai ketika Manchester United bertandang ke Stamford Bridge. Chelsea tertinggal dua gol terlebih dahulu melalui gol bunuh diri David Luiz dan Robin van Persie di babak pertama, di paruh kedua The Blues sukses menyamakan kedudukan melalui Juan Mata dan Ramires, namun wasit Mark Clattenburg menjadi sorotan setelah ia memberi kartu merah pada Branislav Ivanovic dan juga Fernando Torres yang dinilai kontroversial. Hal itu membuat Javier Hernandez sukses mencetak gol kemenangan United.

Setelah itu, performa Chelsea terus memburuk, mereka ditahan imbang Swansea City dan Liverpool dan terakhir dibekuk West Bromwich Albion, yang menjadi laga terakhir Di Matteo bersama The Blues di Liga Primer Inggris.

Performa buruk di EPL bukan satu-satunya alasan mengapa Di Matteo terdepak. Di Eropa, Di Matteo gagal mengulangi magisnya untuk membawa Chelsea tampil impresif. Di laga Piala Super Eropa, Chelsea secara mengejutkan dibantai Atletico Madrid dengan skor telak 4-1.

Di Liga Champions, gagal mendulang poin penuh saat menjamu Juventus di partai perdana plus menuai kekalahan saat bertandang ke markas Shakhtar Donetsk dan Juventus harus dibayar mahal oleh Di Matteo. Roman Abramovich langsung memecat Di Matteo usai Chelsea dibantai Juventus dengan skor telak 3-0, di mana kekalahan itu membuat tim harus tergusur ke Liga Europa.

Chelsea kemudian mengangkat mantan pelatih Liverpool Rafael Benitez, yang mendapatkan sambutan kurang positif dari suporter, yang lebih menginginkan Di Matteo dipertahankan.

Hal itu diperparah dengan kegagalan Benitez memenangkan dua pertandingan pertama, ketika ditahan imbang tanpa gol oleh Manchester City dan Fulham di Stamford Bridge dan juga kegagalan mengangkat trofi Piala Dunia Antarklub setelah ditumbangkan Corinthians di babak final.

Periode negatif tetap berlanjut dengan kekalahan di kandang saat menghadapi Queens Park Rangers di Liga Primer dan Swansea City di Piala Liga. Namun, kemenangan atas Stoke City, Arsenal dan Wigan Athletic membuat klub kembali ke jalur yang tepat untuk bersaing di empat besar.

Suporter Chelsea akhirnya mulai memberi dukungan kepada Benitez, dan performa tim semakin meningkat setelah itu. Delapan pertandingan terakhir di Liga Primer Inggris, membuat The Blues kokoh duduk di posisi tiga, dan mereka juga berhasil mengunci gelar juara Liga Europa untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.

HIGHLIGHT

Keberhasilan Chelsea kembali mengukir sejarah di pentas Eropa tentu menjadi momen yang paling menyenangkan di musim 2012/13 kemarin.

Usai meraih trofi Liga Champions untuk pertama kalinya di tahun sebelumnya, kegagalan lolos dari fase grup dan tergusur ke Liga Europa ternyata membawa berkah tersendiri untuk The Blues setelah mereka mampu mengalahkan lawan-lawan mereka dari babak 32 besar dengan menyingkirkan Sparta Praha, hingga membungkam Benfica dengan skor 2-1 di partai puncak Liga Europa.

Trofi Liga Europa menjadi satu-satunya trofi yang berhasil diamankan oleh Chelsea dari enam trofi yang berpeluang mereka dapatkan [Liga Primer Inggris, Piala Super Eropa, Liga Europa, Piala Dunia Antarklub, Piala FA dan Piala Liga].

MOMEN MENGECEWAKAN

Pelatih anyar Rafael Benitez berambisi langsung mengangkat trofi juara usai beberapa pekan ditunjuk menangani Chelsea, di mana hal itu terbuka lebar karena The Blues berpartisipasi dalam Piala Dunia Antarklub.

Namun semuanya ternyata tidak berakhir sesuai harapan eks pelatih FC Internazionale tersebut. Di babak semi-final Chelsea melangkah mulus dengan mengalahkan Monterrey dengan skor 3-1.

Di partai puncak, The Blues harus mengakui keunggulan tim asal Brasil, Corinthians, yang meraih kemenangan dengan skor 1-0 berkat gol tunggal Paolo Guerrero di menit ke-69. Ambisi trofi kilat Benitez pun menguap dengan kekalahan tersebut.

PEMAIN TERBAIK MUSIM LALU

Tidak terbantahkan lagi, nama Juan Mata mencuat menjadi pemain yang paling impresif bagi Chelsea di musim 2012/13.

Mata mampu memperlihatkan magisnya dengan menciptakan 35 assist bagi rekannya untuk mencetak gol musim ini, dan juga dengan mencetak 20 gol untuk dirinya sendiri. Performa luar biasa Mata membuatnya sangat dikagumi oleh publik Stamford Bridge, yang lama merindukan sosok pemain asing memikat seperti Gianfranco Zola.

Ia dinominasikan menjadi pemain terbaik Liga Primer Inggris dan menjadi pemain terbaik Chelsea untuk dua tahun secara beruntun. Bila konsisten, bukan tidak mungkin ia akan menjelma menjadi legenda di Stamford Bridge.

RAPOR PELATIH: 
Roberto Di Matteo

Sempat mengawali musim dengan baik, Roberto Di Matteo akhirnya dipecat secara 'brutal' oleh Roman Abramovich menyusul menurunnya performa The Blues di Liga Primer Inggris dan di Liga Champions.

Kegagalan Chelsea lolos dari babak grup turnamen paling bergengsi di Eropa tersebut juga karena skuat asuhan Di Matteo hanya mampu mengoleksi tujuh angka dari lima pertandingan yang dilakoni. Kekalahan 3-0 di Turin tampaknya membuat kesabaran Abramovich habis dan memecat pelatih asal Italia tersebut.

Rafael Benitez

Benitez datang dengan sambutan kurang ramah dari suporter, mengingat hubungannya dengan Liverpool yang pernah ia latih sebelumnya. Namun, perlahan ia mampu memikat hati suporter dengan membawa Chelsea bangkit hingga akhirnya berhasil mengamankan tiket ke Liga Champions dengan menempati posisi tiga di klasemen akhir Liga Primer Inggris, dan juga sukses merengkuh trofi Liga Europa untuk pertama kali dalam sejarah klub.

Satu-satunya noda hitam Benitez di Chelsea adalah kegagalan The Blues meraih trofi Piala Dunia Antarklub, setelah gagal mengalahkan Corinthians di partai puncak.


RAPOR TIM SECARA KESELURUHAN

Di bawah asuhan dua pelatih yang berbeda, Chelsea mampu menyudahi musim 2012/13 dengan memuaskan. Mereka mampu menempati posisi tiga besar untuk kembali berkompetisi di Liga Champions tahun berikutnya, dan juga mampu mengangkat trofi Liga Europa.

Namun, hanya berhasil meraih trofi Liga Europa dapat dibilang belum maksimal, mengingat mereka bertarung untuk memperebutkan enam trofi di musim 2012/13. Tetapi, performa impresif di akhir musim membuat harapan Chelsea lebih berprestasi di musim berikutnya menjadi terbuka lebar.

TARGET MUSIM 2013/14

Chelsea melakukan perombakan cukup signifikan musim depan dengan memanggil kembali pelatih Jose Mourinho ke Stamford Bridge.

Mourinho yang dikabarkan meninggalkan Chelsea karena gagal memenuhi ambisi Roman Abramovich terhadap gelar juara Liga Champions, kini tidak akan terlalu dibebani dengan hal itu lagi, mengingat The Blues telah meraihnya.

Tetapi, Mourinho akan dibebani target untuk memenangkan Liga Primer Inggris, yang dalam tiga musim terakhir didominasi oleh dua klub asal Manchester (United dan City). Mematahkan dominasi tim Manchester akan menjadi hal wajib bagi The Blues.

Peluang tersebut di musim depan cukup terbuka, mengingat United dan City sama-sama mengalami pergantian pelatih. Dan yang paling terasa tentu saja United yang kehilangan sosok Sir Alex Ferguson yang telah berada di Old Trafford selama puluhan tahun.

sumber: -www.goal.com 

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...